3 Jenis Makanan Yang Berpengaruh Terhadap Mood Seseorang

Kondisi fisik dan psikis seseorang tentunya berbeda satu dengan yang lainnya dimana ada saatnya seseorang memiliki mood yang baik bahkan sebaliknya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang memiliki mood yang tidak baik mulai dari jengkel atau kesal karena hal pekerjaan, pertemanan, dan bahkan percintaan. Namun, tahukah anda bahwa memiliki mood yang buruk terus menerus ternyata berdampak kurang baik bagi kesehatan tubuh kita sendiri. oleh karena itu, jika anda memiliki kebiasaan bad mood, sebaiknya anda mencari cara bagaimana mengatasi kebiasaan tersebut, supaya suasana hati yang buruk kembali mencair.

Pada dasarnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa bad mood, mulai dari melakukan aktifitas yang positif seperti mendengarkan musik atau lagu lagu yang ceria. Hal tersebut sangat berguna untuk meningkatkan bahkan mengembalikan mood seseorang dari yang tadinya murung, kecewa menjadi ceria dan bersemangat kembali. Selain itu, cara mengembalikan mood juga dapat dilakukan dengan berolahraga, dimana ketika berolahraga, tubuh akan merasa segar kembali dan itu dapat menghilangkan stress pikiran yang ada dan juga bad mood. Disamping itu, mengkonsumsi makanan ternyata mampu mengembalikan mood anda dan berikut ini, kami akan memberikan informasi seputar makanan yang pas untuk meghilangkan bad mood.

Makanan yang pertama yang dapat menjadi referensi bagi anda yang sedang mencari cara mengembalikan mood adalah coklat hitam. Tahukah anda bahwa coklat hitam dianggap mampu menghilangkan bad mood pada seseorang, hal tersebut karena coklat hitam mengandung kandungan feniletilamina yang dapat menimbulkan perasaan bahagia pada siapapun yang mengkonsumsinya. Kemudian, makanan yang kedua adalah biji bijian, buah buahan dan juga sayuran, dimana ketiga jenis makanan tersebut mengandung beberapa zat yang berfungsi untuk menambah mood mulai dari B5, folat, B9 dan yang lainnya. cara mengembalikan mood selanjutnya dengan mengkonsumsi makanan yang manis, dimana ketika anda mengkonsumsi makanan yang manis, hal tersebut berpengaruh besar terhadap penambahan mood seseorang.

Print Friendly, PDF & Email

Tips Menjaga Kebersihan Pakaian Bayi

Ibu memiliki peran yang sangat besar dalam mempertahankan agar pakaian bayi tetap bersih walaupun sudah berkali-kali digunakan. Menjaga kebersihan baju dapat melindungi kulit bayi yang masih sensitif dan halus sehingga dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan seperti gatal atau iritasi akibat kuman yang menempel di serat kain. Berikut beberapa cara yang akan kami bagikan untuk Anda dalam menjaga kebersihan pakaian si kecil.

  1. Segera cuci pakaian yang baru di beli dari toko. Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi baju yang disimpan di toko ataupun di dalam gudang. Bisa juga sudah terkontaminasi dengan kotoran maupun kuman yang dapat berbahaya untuk kesehatan bayi. Untuk itu pastikan bayi aman sebelum mengenakan baju baru dengan mencucinya sampai bersih. Jangan lupa gunakan Rinso Cair Anti Noda karena mampu menghilangkan noda dan kotoran dua kali lebih efektif dari sabun cuci biasa membuat pakaian bayi terjaga kebersihannya.
  2. Rendam baju dengan air hangat sebelum dicuci, agar kuman yang menempel dapat lebih mudah mati dan hilang dibandingkan dengan air biasa. Jika kuman masih menempel pada permukaan serat kain di khawatirkan kulit bayi menjadi gatal-gatal dan kemerahan sebagai tanda iritasi. Tentu Anda tidak ingin si kecil menjadi rewel karena merasa tidak nyaman.
  3. Rutinlah mengganti baju si kecil, jangan gunakan baju yang sama dalam waktu yang lama. Sebab keringat yang menempel di baju juga dapat menjadi sarang kuman yang membuat kulit halus bayi menjadi gatal. Selain itu dengan rajin mengganti bajunya dapat mengurangi resiko terkena tumpahan kotoran yang berasal dari makanan atau minuman atau ketika ia sedang bermain di lantai. Usahakan satu baju dikenakan maksimal selama 4-5 jam dalam sehari.
  4. Jangan campur baju bayi yang kotor akibat noda dengan pakaian yang bersih. Sebab noda atau kotoran tersebut dapat mengkontaminasi pakaian yang bersih dan dikhawatirkan ikut membuat pakaian lain menjadi kotor. Selain itu pisahkan juga baju yang mungkin masih luntur agar warnanya tidak mengotori serat kain dari baju lain.

Print Friendly, PDF & Email

Tips Memijat Ibu Hamil

Pegal-pegal dan backpain atau nyeri pada punggung bagian belakang adalah keluhan yang paling sering dilontarkan ibu hamil, terutama saat usia kehamilan menginjak trisemester ke-3. Untuk mengatasi keluhan tersebut, pijat biasanya menjadi salah satu solusi guna meredakan otot yang kaku serta memperlancar sirkulasi darah. Persoalannya pijat tidak boleh seenaknya dilakukan terhadap ibu yang sedang hamil, karena risikonya bisa berdampak pada perkembangan janin yang dikandungnya. Karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu-ibu yang sedang hamil sebelum memutuskan untuk melakukan terapi pijat.

Hal utama yang perlu diperhatikan, jangan pernah melakukan terapi pijat disaat usia kehamilan baru menginjak trisemester pertama, karena rentan terjadi keguguran. Setelah melewati trisemester pertama, pijat baru boleh dilakukan dengan tetap memperhatikan bagian-bagian yang boleh dan tidak boleh untuk dipijat. Bagian-bagian yang aman dan tidak berisiko untuk dipijat adalah: leher, punggung, tangan, serta betis, sedang bagian yang tidak boleh dipijat adalah daerah di sekitar perut, pinggul dan pinggang, karena dapat memicu kontraksi serta berbahaya bagi keselamatan janin.

Memperhatikan bagian-bagian tubuh itupun masih belum cukup, sebab meski pijatan dilakukan di bagian tubuh yang aman, tetapi jika menimbulkan kontraksi, pijatan harus segera dihentikan. Dalam kondisi tertentu, ibu hamil juga dilarang melakukan terapi pijat, seperti keluarnya cairan pada vagina, nyeri di daerah seputar perut, morning sickness, demam, diabetes, pre-eklampsia, tekanan darah tinggi, juga pada ibu yang mempunyai penyakit menular.

Lakukan pijatan dengan posisi telentang atau duduk, serta jaga agar selama proses pemijatan, kondisi kandungan tidak mengalami masalah. Saat memijat bagian panggul, pantat, dan punggung, sebaiknya dilakukan dengan posisi miring, baik ke kanan maupun ke kiri, sedang saat memijat bagian kepala, bahu, tangan, betis serta paha, posisi tubuh sebaiknya terlentang atau duduk. Posisi tubuh sebaiknya diatur terlebih dahulu sebelum dilakukan terapi pijat dan gunakan bantal sebagai penyanggah tubuh agar terasa lebih nyaman dan lebih rileks. Proses pemijatan  sebaiknya dilakukan dengan cara yang lembut, dengan mengombinasikan gerakan menekan, mengusap, menggosok, serta memutar dengan perlahan-lahan serta terkendali.

Untuk memudahkan proses pemijatan, para terapis biasanya menggunakan minyak sebagai sarana. Tanyakan kepada terapis, minyak apa yang akan dia pergunakan. Jangan ragu-ragu untuk menolak penggunaan minyak tersebut jika Anda merasa memiliki alergi pada minyak itu, atau jika Anda tidak mengetahui secara pasti kandungan yang terdapat pada minyak tersebut.   Menjadi lebih aman jika Anda membawa sendiri minyak dari rumah untuk membantu proses pemijatan, dan gunakan minyak yang diproduksi Zwitsal seperti Zwitsal Natural Baby Oil atau Zwitsal Natural Minyak Telon yang dapat memberi kehangatan dan memperlancar aliran darah, serta bermanfaat bagi metabolisme tubuh dan membangun stimulus bagi antibodi.

Terapi pijat bagi ibu hamil memang tidak dilarang, selama dilakukan dengan benar (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Menghilangkan Bekas Jerawat Menggunakan Bahan-bahan Alami

Bagi Anda yang ingin melakukan cara menghilangkan bekas jerawat dengan cepat tanpa harus menggunakan bahan-bahan kimia, cobalah produk alami berikut ini yang tidak memiliki efek samping namun efektif memudarkan dan menghilangkan bekas jerawat.

  1. Gel daun lidah buaya. Cara penggunaannya cukup mudah, patahkan daun lidah buaya menjadi beberapa bagian dan oleskan gel dari daging lidah buaya pada bagian kulit yang memiliki bekas jerawat secara teratur. Diamkan selama beberapa menit lalu bilas dengan air hangat. Gel lidah buaya ini mampu melembutkan kulit yang mengalami inflamasi dan juga membantu meregenerasi jaringan kulit yang rusak. Akibatnya bekas jerawat perlahan akan memudar seiring membaiknya kondisi permukaan kulit.
  2. Minyak zaitun. Jangan khawatir, meskipun teksturnya berbentuk minyak, namun minyak zaitun efektif mengangkat minyak dari permukaan kulit yang menutupi pori-pori. Akibatnya lubang pori-pori dapat mengecil dan mengurangi kemungkinan timbulnya jerawat. Selain itu, minyak zaitun mengandung vitamin A, C, E yang mengandung antioksidan tinggi yang dapat merangsang timbulnya kolagen sebagai cara menghilangkan bekas jerawat dengan cepat. Cukup dengan memijatkan minyak zaitun ke permukaan wajah dengan bekas jerawat selama kurang lebih 15 menit kemudian bilas dengan air hangat.
  3. Masker putih telur. Putih telur memiliki kandungan protein dan asam amino yang tinggi sehingga dapat mengecilkan lubang pori-pori serta mengencangkan kulit. Akibatnya bekas jerawat secara perlahan akan memudar dan kemudian menghilang jika di aplikasikan secara teratur. Putih telur juga dapat mencerahkan bagian kehitaman yang ditimbulkan oleh bekas jerawat sehingga seluruh warna kulit menjadi lebih cerah merata. Cara mengaplikasikannya adalah dengan mengocok hingga timbul busa atau foam, lalu oleskan pada kulit wajah dengan bekas jerawat. Diamkan selama 15 menit sampai terasa kering dan kulit wajah menjadi kencang, kemudian bilas dengan air hangat.
  4. Air perasan jeruk nipis. Air jeruk nipis dipercaya mampu melawan hiperpigmentasi atau warna kulit yang menggelap salah satunya karena diakibatkan oleh bekas jerawat. Dengan mengoleskan air perasan jeruk nipis secara teratur, bekas jerawat akan hilang dengan cepat karena warna gelapnya menjadi pudar dan menghilang.

 

Print Friendly, PDF & Email

10 Tips Mencegah Terjadinya Sakit Tipes

Tipes, anda mengenal penyakit yang satu ini ? Tipes bisa terjadi karena adanya infeksi bakteri di aliran darah. Bakteri yang menyebabkan seseorang terserang penyakit tipes adalah Salmonella typhi. Kuman tersebut bahkan bisa menyebabkan keracunan. Tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi sistematik dengan gejala khas yang ditimbulkan adalah demam. Adapun demam yang merupakan satu bagian dari gejala tipes yang umum tersebut mempunyai pola khusus dengan suhu badan si penderitamya menjadi naik dan turun. Hal tersebut ini biasanya terjadi pada sore atau malam hari. Sementara di pagi harinya biasanya suhu tidak terlalu tinggi. Nah, hal ini yang kerap kali kurang dipahami oleh penderitanya lantaran dianggap biasa saja.

Penderita tipes selain mengalami gejala demam, juga akan mengalami gejala tipes yang lainnnya. Beberapa gejala tipes yang lainnya adalah lidah penderita warnanya abu-abu lantaran nafsu makannya berkurang, kemudian selain itu akan merasakan sakit pada perutnya bahkan bisa jadi timbul gejala berupa diare. Nah, setiap orang tentu tidak ada yang menginginkan terjangkit tipes bukan ? Karena penyakit tipes telah menggangu berbagai aktivitas. Oleh sebab itulah, perlu dilakukan pencegahan sejak dini. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah diri dari terserangnya penyakit tipes :

  1. Kurangi mengonsumsi menu makan dan mimum di luar rumah yang kebersihannya belum terjamin
  2. Konsumsi makanan dan minuman yang matang
  3. Hindari memasak telur setengah matang
  4. Biasakan mencuci tangan memakai sabun anti bakteri Lifebuoy saat sebelum makan, sesudah makan, selesai dari toilet, juga selesai beraktivitas di luar rumah. Pemakaian sabun anti bakteri Lifebuoy bermanfaat untuk menyingkirkan kuman penyebab penyakit yang menempel di tangan
  5. Jika sudah pernah mengalami tipes, kurangi beberapa kegiatan yang cukup melelahkan serta cegah untuk mengonsumsi beberapa makanan yang tidak dianjurkan untuk dimakan oleh penderita tipes
  6. Jaga waktu istirahat dengan baik. Tidur lah secara teratur untuk menjaga stamina tubuh supaya tidak mudah terserang penyakit, termasuk tipes
  7. Olahraga secara teratur meski kecil namun rutin
  8. Konsumsi makanan yang kaya nutrisi seimbang
  9. Cuci semua bahan makanan sebelum dimasak
  10. Jaga lingkungan sekitar dengan rutin membersihkannya
Print Friendly, PDF & Email

Gejala Penyakit Diare & Penanganannya Pada Anak

Diare adalah kondisi dimana seseorang buang air besar terus-menerus lebih dari tiga kali sehari dan facesnya masih mengandung cairan berlebih. Diare pada dasarnya bisa menghinggapi siapa saja dan termasuk penyakit yang berbahaya. Maka dari itu ibu perlu mengetahui gejala penyakit diare & penanganannya. Namun sebelum itu ibu perlu mengetahui penyebab diare pada anak. Diare pada anak biasanya terjadi karena infeksi dalam tubuh, salah dalam mengkonsumsi makanan atau mengkonsumsi makanan yang kadaluarsa, alergi makanan tertentu dan bisa juga karena keracunan. Sebenarnya diare tidak memerlukan perawatan khusus, namun tetap saja ibu harus tanggap dan sigap terhadap diare pada anak ini dan jika tidak segera ditangani, akibatnya juga bisa fatal.

Gejala yang biasa anak derita ketika diare adalah frekuensi buang air besar bertambah, sekitar lebih dari tiga kali dalam sehari. Jika anak buang air besar lebih dari tiga kali sehari maka penyakitnya semakin parah. Buang air besar berbentuk cairan dan kadang bisa berbau kadang tidak. Gejala kedua dari gejala penyakit diare & penanganannya adalah kadang juga bisa muntah-muntah. Muntah ini terjadi jika diare yang diderita anak semakin parah. Anak juga aan mengalami dehidrasi dan menyebabkan badannya keriput. Badan anak menjadi panas, anak akan lebih rewel, mulai tidak nafsu makan jika sebelumnya makannya lahap dan badan anak akan terlihat lesu atau lemah.

Penanganan pada diare ini harus segera dilakukan, caranya adalah dengan

  1. Jika anak masih meminum ASI, tetap berikan terus ASI dan makanan padat pada anak.
  2. Berikan oralit ataupun larutan gula dengan garam yang bisa mengganti cairan tubuh anak yang hilang.
  3. Jangan berikan obat anti diare pada anak. Itu akan menyebabkan kuman tidak bisa keluar dari tubuh
  4. Berikan makanan sehat dan bergizi dengan kandungan seratnya yang sedikit.
  5. Penangannan yang terakhir dari gejala penyakit diare & penanganannya adalah mulailah lakukan ola hidup sehat dirumah dengan menggunakan sabun yang bisa menghilangkan kuman. Seperti sabun Lifebuoy yang bisa membunuh kuman dalam 10 detik dan sudah dipercaya untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari diare.

Print Friendly, PDF & Email

Cara Pengobatan Penyakit Disentri yang sering hingap di tubuh anda

Mencegah lebih baik dari pada mengobati”. Istilah ini mungkin sering kita dengar dalam berbagai tulisan, yang menggambarkan akan pentingnya kesehatan. Kesehatanpun sebenarnya mudah untuk didapatkan asal kita mau untuk hidu secara sehat, dengan olahraga secara teratut, makan-makanan yang cukup akan kandungan energinya, dan juga menjaga gaya hidup yang sehat. Namun ditengah kesibukan dalam bekerja dan juga waktu yang sempit sering menjadikan orang-orang dalam melakukan segala perkara lewat cara yang beresiko akan kesehatan yang terganggu. Misalnya dengan banyak makan-makanan yang instan, kurang memenuhi gizi harian tubuh, dan yang lainnya.

Salah satu penyakit yang sering timbul akibat dari pola makan yang kurang terjaga ini, yaitu timbulnya penyakit disentri. Disentri sendiri merupakan penyakit yang menyerang anggota tubuh terutama usus atau saluran pencernaan. Sebenarnya penyakit disentri ini dapat sembuh setelah beberapa hari walaupun tanpa melakukan perawatan medis sekalipun, tetapi cukup dengan banyak mengkonsumsi air putih sebagai pengganti cairan yang hilang akibat diare agar tercegah dari dehidrasi. Secara lebih lengkapnya berikut ini kami tuliskan diantara cara pengobatan penyakit disentri.

  1. Meminum Oralit. Oralit meruapakan obat yang biasanya dijual perbungkus, penggunaanyapun dapat dilakukan tanpa adanya rese dokter. Untuk mengkonsumsinya oralit dilarutkan dengan air secukupnya. Manfaatnya dapat menggantikan glukosa, garam dan juga mineral tubuh yang hilang akibat tubuh terkena dehidrasi. Penggunaannya sendiri dapat dilakukan kepada penderita yang rentan terhadap dehidrasi seperti anak-anak atau orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun. Jika anda akan mengkonsumsi oralit hindari untuk membuatnya sendiri, lebih baik anda membelinya pada apotek terdekat.
  2. Banyak minum cairan. Saat anak anda mengalami disentri dengan diare yang sangat sering, maka sangat dianjurkan untuk sering mengkonsumsi air putih walaupun sedikit, bahkan walaupun air yang diminumnya hanya sedikit karena dimuntahkan kembali. Hindari juga pemberian minuman yang bersoda atau jus buah, ini karena akan memperparah diare pada anak. Untuk kasus diare yang lebih parah sebaiknya anda memberi cairan tambahan melalui infus di rumah sakit.
  3. Mengkonsumsi makanan padat. Hal lain yang dapat anda lakukan untuk mengobati penyakit disentri dalam bentuk diare yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang padat. Misalnya dengan mengkonsumsi makanan ringa dengan porsi kecil dan menghindari makanan yang mengandung lemak, pedas, dan juga makanan berat. Adanya konsumsi makanan ini dapat membantu dalam mempercepat proses penyembuhan. Namun jika anak anda tidak mengalami drhidrasi maka sebaiknya anda memberi makan sepseti biasa. Jika mereka tidak mau makan maka anda dapat memberinya minum sampai nafsu makannya kembali.

Print Friendly, PDF & Email

Faktor- faktor penyebab diare anak yang perlu diketahui

Diare anak merupakan sindrome penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensinya fases melambat hingga mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali dalam satu hari. Diare merupaan defekasi atau buang air besar dengan fases yang berbentuk cairan, dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari biasanya. Diare merupakan keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali pada anak. Konsistensi proses encer dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah.

Berbagai faktor – faktor  penyebab diare anak yang perlu diketahui seperti faktor lingkungan, gizi dan juga makanan dan minuman yang dikonsumsi.

  1. Faktor lingkungan
    Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Dua faktor yang menjadi dominan seperti sarana air bersih dan juga pembuangan fases. Kedua faktor tersebut akan berinteraksi bersama dengan perilaku manusia. Jika faktor lingkungan tidak sehat karena telah tercemar kuman dan diare serta berkumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat juga yaitu seperti melalui makanan dan minuman maka akan mengakibatkan penyakit diare.
  2. Faktor gizi
    Penyakit diare menyebabkan gizi dalam tubuh mengalami pengurangan. Oleh sebab itu pengobatan dengan makanan yang baik merupakan langkah utama yang dapat dilalkukan untuk melakukan penyembuhan pada penyakit diare. Bayi dan anak yang mengalami kekurangan gizi sebagian besar meninggal akibat dari penyakit diare. Hal tersebut dikarenakan terjadinya dehidrasi dan malnutrisi ketika terkena diare.
  3.  Faktor makanan dan minuman yang dikonsumsi
    Kontak antara sumber dan host dapat terjadi melalui air, terutama air minum yang tidak di masak dapat juga terjadi sewaktu mandi atau berkumur. Kontak kuman pada kotoran dapat langsung ditularkan pada orang lain saat melekat pada tangan lalu di masukkan ke dalam mulut dan dipakai untuk memegang makanan. Oleh sebab itu perlunya mencuci tangan menggunakan sabun lifebuoy untuk membersihkan kuman – kuman yang menempel pada tangan sebelum memegang makanan untuk dikonsumsi. Hal tersebut untuk mencegah tejadinya penyakit diare yang akan menyerang tubuh.
Print Friendly, PDF & Email

5 Bakteri Penyebab Penyakit yang Hidup di Lingkungan Kotor

Bakteri yang bersarang di lingkungan yang kotor adalah penyebab penyakit yang sangat efektif. Mulai dari yang terlihat ringan seperti flu (yang bisa mematikan jika tidak diatasi dengan cepat), hingga penyakit seperti disentri dan kolera yang merupakan penyakit mematikan di negara-negara berkembang. Bakteri ini akan selalu hidup, selama Anda tidak melakukan pencegahannya.

Sebagai awal, kenalilah bakteri-bakteri penyebab timbulnya penyakit yang ditemukan di lingkungan kurang bersih:

  1. Salmonella typhi
    Penyebab tifus. Anda akan terkena jika makan dan minum di tempat sembarangan atau kurang bersih.
  2. Escherichia coli
    Karena hidup dalam usus, bakteri ini ada di dalam feses manusia. Jika makanan tercemar, bakteri berlebih di dalam perut bisa menyebabkan diare, dan disentri.
  3. Vibrio cholerae
    Menyebabkan penyakit kolera yang bisa mematikan, dan biasanya banyak dibawa oleh tikus.
  4. Salmonella bongori
    Menyebabkan sakit salmonella yang disertai sakit kepala dan perut, serta mual-mual. Telur dan susu yang tak bersih bisa terkontaminasi bakteri ini.
  5. Streptobacillus moniliformis
    Masuk ke tubuh manusia lewat tikus. Jika mengonsumsi susu atau air terkontaminasi, Anda akan terkena rat bite fever (demam, nyeri otot, serta sakit kepala yang mematikan).

Untuk mencegah lingkungan menjadi tempat bersarangnya bakteri, ini yang bisa Anda lakukan:

  1. Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, bermain, atau melakukan kegiatan apapun. Gunakan sabun antiseptik seperti Lifebuoy.
  2. Bersihkan selalu peralatan dapur dan makan dengan menggunakan sabun cuci piring yang anti kuman dan bakteri, dan cuci dengan air hangat.
  3. Cegah jangan sampai ada genangan air yang timbul di dalam atau di sekitar rumah tinggal Anda.
  4. Konsumsi vitamin C untuk imunitas dan gunakan masker ketika pergi keluar di tempat yang banyak orang dan polusi.
  5. Jaga kebersihan tempat tinggal Anda, terutama sehabis banjir.

Bakteri penyebab penyakit bisa menyerang setiap saat, dan mudah masuk ke dalam tubuh jika badan tidak fit. Meski terkesan klise, bagaimana pun juga menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di tempatnya, mencegah genangan air terbentuk, olahraga rutin, dan makan makanan bergizi adalah cara pencegahan yang paling efektif yang bisa dilakukan.

Print Friendly, PDF & Email

Waspadai Gejala Tipes dengan Menjaga Kebersihan

Tipes adalah salah satu penyakit yang banyak menyerang masyarakat, khususnya pada musim hujan. Dewasa ini tipes adalah penyakit yang dapat terjadi akibat gaya hidup yang kurang sehat. Gaya hidup tidak sehat ini adalah penyebab utama dari munculnya penyakit tipes. Penyakit tipes muncul ditandai dengan sebuah gejala tipes. Gejala inilah yang harus anda waspadai agar anda tidak terserang penyakit tipes. Walaupun penyakt tipes bukan tergolong suatu penyakit yang mematikan, namun apabila anda tidak dengan segera mewaspadai penyakit ini, maka penyakit tipes ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan anda. Untuk itu anda perlu untuk memahami gejala awal dari tipes ini untuk menghindari semakin parahnya penyakit tipes.

Untuk mencegah terjadinya penyakit tipes, maka anda perlu untuk mewaspadai gejala tipes. Gejala umum yang dapat anda rasakan dari penyakit tipes ini adalah demam yang tinggi dan rasa lemas yang menghinggap pada tubuh anda. Demam yang menandai dari gejala penyakit tipes adalah demam dengan suhu badan yang agak tinggi, disertai dengan rasa lemas yang terjadi pada anda yang mengakibatkan anda akan merasa pusing, lemas, bahkan anda tidak dapat melakukan aktivitas terlalu lama. Sehingga yang anda dapatkan adalah berbaring ditempat tidur dan demam yang tinggi. Andai perlu mewaspadai demam yang muncul sebagai gejala ini untuk segera mendapatkan perawatan khusus.

Seperti yang telah disebutkan bahwa penyakit tipes muncul sebagai akibat dari gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup yang tidak sehat ini dapat berupa kurangnya menjaga kebersihan salah satunya adalah kebersihan tangan. Tangan adalah rangka tubuh manusia yang memiliki banyak manfaat salah satunya adalah untuk makan. Apabila anda tidak menjaga kebersihan tangan, maka pada saat anda makan, maka kuman penyebab penyakit akan ikut masuk kedalam tubuh anda. Untuk itu anda dapat menggunakan sabun kesehatan Lifebuoy sebagai sabun yang berfungsi untuk menghindari kuman penyebab penyakit, salah satunya sebagai pencegahan gejala tipes yang akan menjadi berbahaya ketika telah berkembang menjadi penyakit tipes.

Print Friendly, PDF & Email